Langsung ke konten utama

Tawas: Deodoran Alami yang Ramah untuk Kulit Sensitif

Sebagai pemilik kulit sensitif, memilih produk perawatan tubuh sering kali jadi perjuangan tersendiri. Salah satu produk yang sangat saya butuhkan—tapi paling sulit menemukan yang cocok—adalah deodoran.

Dulu, saya sempat mencoba berbagai merek deodoran di pasaran. Sayangnya, mayoritas justru menimbulkan rasa gatal sampai membuat kulit ketiak meradang. Sempat pasrah dan memilih tidak memakai deodoran sama sekali, tapi ketika banyak aktivitas fisik di luar, aroma badan membuat rasa percaya diri merosot saat dekat orang lain.

Sampai suatu hari, saya membaca sebuah jawaban di Quora yang merekomendasikan tawas atau air tawas sebagai alternatif alami. Karena penasaran, saya mencoba membeli dua-duanya.

Untuk tawas padat, rasanya lebih enak dan nyaman saat diusapkan karena tidak membuat kulit basah. Sementara air tawas, karena dasarnya air, rasanya agak basah saat disemprotkan. Namun, keduanya sama-sama ampuh mengurangi bau badan meski sedang berkeringat. Keduanya memang tidak mengurangi jumlah keringat yang keluar, karena tawas bukan antiperspirant.


Banyak orang salah paham dan mengira tawas bisa menahan keringat. Agar tidak salah pilih, berikut perbedaan cara kerjanya:

  • Deodoran dengan Antiperspirant: Bekerja dengan cara menyumbat saluran keringat agar area ketiak tetap kering.

  • Tawas (Deodoran Alami): Bekerja murni dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau badan, tanpa menyumbat keluarnya keringat alami tubuh dan tanpa parfum sintetis.

  • Deodoran Biasa (Tanpa Antiperspirant): Cara kerjanya mirip tawas, yaitu menghambat pertumbuhan bakteri pemicu bau, ditambah kandungan parfum. Nah, kandungan wewangian/parfum inilah yang biasanya sering tidak cocok dan memicu gatal di kulit sensitif saya.


Meskipun tawas terkenal jauh lebih ramah untuk kulit sensitif, bukan berarti 100% semua orang pasti cocok. Ada beberapa catatan penting dari pengalaman saya yang perlu Anda perhatikan:

  1. Tetap Ada Risiko Sensitivitas: Tidak menutup kemungkinan ada sebagian orang yang tetap sensitif atau alergi terhadap tawas. Sebaiknya lakukan tes tipis (patch test) terlebih dahulu, dan segera hentikan pemakaian jika timbul reaksi gatal atau kemerahan.

  2. Jangan Dipakai Saat Kulit Ada Luka: Tawas sangat tidak boleh dipakai jika kulit ketiak sedang ada luka terbuka, karena akan menimbulkan rasa perih dan memicu iritasi susulan.


Sekarang saya lebih sering menggunakan spray air tawas karena pertimbangan praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kalau tawas padat, jujur agak rawan jatuh hingga pecah, atau permukaannya jadi kotor seiring waktu. 

Tawas, deodoran alami

Spray air tawas saat ini sangat mudah dibeli di berbagai marketplace.

Tips Terakhir: Saat memilih produk spray air tawas di toko online, pastikan Anda memilih merek yang sudah terdaftar resmi di BPOM ya, agar kualitas kebersihan dan keamanannya untuk kulit lebih terjamin.

Bagaimana dengan Anda yang punya kulit sensitif? Apakah pernah mengalami masalah gatal akibat deodoran biasa, atau sudah beralih menggunakan tawas juga? Bagikan cerita Anda di kolom komentar ya!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Panjang Bersama Alergi (1)

Akrab dengan Antihistamin dan Steroid Sejak Remaja Kalau diingat-ingat kembali, perjalanan panjang saya berteman dengan alergi sebenarnya sudah dimulai sejak masa sekolah dasar (SD). Setidaknya dalam waktu enam bulan sekali, tubuh saya punya "jadwal rutin" yang menyiksa: muncul bentol-bentol merah yang gatal luar biasa di sekujur tubuh, bahkan sampai ke wajah. Orang-orang di sekitar saya menyebutnya biduran. Setiap kali gejala ini kambuh, obat andalan yang selalu diberikan adalah CTM (antihistamin) dan Calc (kalsium). Lucunya, karena saat itu saya masih anak-anak dan belum paham apa-apa, kombinasi obat itu sempat membuat saya mengambil kesimpulan sendiri. Saya sempat berpikir, "Oh, mungkin alergi saya ini timbul karena tubuh saya kurang kalsium?" Sebuah kesalahpahaman polos yang baru saya sadari keliru bertahun-tahun setelahnya. Memasuki usia remaja, ternyata ceritanya tidak menjadi lebih mudah. Alergi ini tidak hilang, melainkan mulai bertransformasi dan memaksa s...

Probiotik dan Menjaga Kesehatan Pencernaan Demi Kulit Bebas Eksim

Saya pernah menyimak konten dari salah seorang dokter kulit di Instagram. Beliau menjelaskan bahwa kesehatan pencernaan sangat berhubungan erat dengan tingkat sensitivitas tubuh terhadap alergi . Masalah atau ketidakseimbangan pada mikrobioma usus ternyata menjadi salah satu pemicu utama munculnya reaksi alergi dan eksim di kulit. Saat itu, beliau menyarankan penderita alergi untuk rutin mengonsumsi suplemen probiotik setiap hari. Sebagai penderita eksim yang ingin sembuh, tentu saja saya langsung mencobanya Produk pertama yang saya beli sesuai rekomendasi dokter tersebut adalah Interlac (mengandung Lactobacillus reuteri). Saya mengonsumsinya secara rutin setiap hari. Memang hasilnya tidak serta-merta terlihat dalam semalam, tetapi perlahan tapi pasti, saya menyadari satu hal: eksim dan gatal-gatal saya jadi semakin jarang timbul! Melihat perubahan positif ini, saya mantap meneruskan kebiasaan mengonsumsi probiotik. Saat ada sumber lain yang merekomendasikan jenis probiotik lain (...

Saat Mulai Menemukan Produk yang Cocok

Sejak sebelum berkeluarga, untuk mengatasi bibir yang selalu kering saya sudah mencoba berbagai produk pelembap bibir, namun terus gagal. Gagalnya itu biasanya karena mulai ada rasa gatal di bibir setelah beberapa kali penggunaan. Jika sudah gatal, penggunaan langsung saya hentikan karena khawatir akan memicu iritasi yang lebih parah. Bahan yang alami pun sudah saya coba, mulai dari mengoleskan madu, minyak zaitun, sampai minyak kelapa. Untuk minyak kelapa murni, atau vco, lumayan cocok di kulit saya, namun rasanya kurang praktis jika harus digunakan saat beraktivitas di luar rumah. Sampai suatu ketika, saya membaca artikel mengenai produk Lucas’ Papaw Ointment untuk melembapkan kulit dan mengatasi eksim. Karena penasaran, saya mencoba memesannya secara online . Ternyata setelah dicoba, produk ini tidak menimbulkan rasa gatal sama sekali dan terbukti ampuh melembapkan! Bahkan saat digunakan di area bibir atau tangan yang mulai terasa kering dan gatal, produk ini sangat membantu mengur...