Pagi ini tidak seperti biasanya berangkat ke kantor ga diantar. Gerimis di pagi hari, membuatku menolak diantar sama bapaknya Umar yang lagi flu, "takut aa tambah pilek", kataku. Meskipun jam sudah menunjukkan pukul 7, dan tidak mungkin sampai tepat waktu jam 7.30 di kantor.. ahh cuek ajah, batinku.
Menjelang Pasar Kebayoran, ada 4 orang yang naik. Seorang bapak, 2 orang ibu, dan seorang wanita muda.
Usianya 20-an, tebakku. Badannya selalu gemetar, agak kesulitan saat menuju bangku kosong. Sang Ibu (kutebak itu ibunya) menuntunnya dengan sabar, kemudian duduk di bangku selang 2 bangku dari anaknya.
Hmm.. bukan hal yang mudah memiliki anak seperti 'si mba' ini. Sedikit kekurangan sepertinya membuat usia psikologinya tidak sesuai dengan usia fisiknya. Namun wajah si ibu jelas menunjukkan kasih sayang dan kesabarannya. Meskipun.. perawakan beliau kecil, bahkan kakinya pun menggantung saat duduk di bangku metro mini.
Bayangan umar dan rasyid terlintas di pikiranku.. nia.. nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan..
25 Juni 2010
Kasih Ibu..
Author: Unknown
|
Filed Under:
corat-coret
|
on
Jumat, Juni 25, 2010
|
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar