Langsung ke konten utama

Saat Mulai Menemunkan Produk yang Cocok

Sejak sebelum berkeluarga, untuk mengatasi bibir yang selalu kering saya sudah mencoba berbagai produk pelembap bibir, namun terus gagal. Gagalnya itu biasanya karena mulai ada rasa gatal di bibir setelah beberapa kali penggunaan. Jika sudah gatal, penggunaan langsung saya hentikan karena khawatir akan memicu iritasi yang lebih parah.

Bahan yang alami pun sudah saya coba, mulai dari mengoleskan madu, minyak zaitun, sampai minyak kelapa. Terus terang bahan-bahan alami ini lumayan cocok di kulit saya, namun rasanya kurang praktis jika harus digunakan saat beraktivitas di luar rumah.

Sampai suatu ketika, saya membaca artikel mengenai produk Lucas’ Papaw Ointment untuk melembapkan kulit dan mengatasi eksim. Karena penasaran, saya mencoba memesannya secara online. Ternyata setelah dicoba, produk ini tidak menimbulkan rasa gatal sama sekali dan terbukti ampuh melembapkan!

Bahkan saat digunakan di area bibir atau tangan yang mulai terasa kering dan gatal, produk ini sangat membantu mengurangi rasa gatalnya. Saya suka sekali! Akhirnya saya terus setia menggunakan produk ini selama beberapa tahun.

Ajaibnya, setelah rutin menggunakan Lucas’ Papaw, bibir saya perlahan jadi lebih ramah dan bisa menerima produk pelembap lain yang tadinya tidak cocok di saya, misalnya dari merek Nivea atau Vaseline.

Mungkin hal ini juga dipengaruhi oleh faktor lain, karena di saat yang sama saya juga mencoba berbagai cara pendukung untuk sembuh dari eksim. Hal-hal pendukung lainnya ini akan saya bagikan di artikel selanjutnya, ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Panjang Bersama Alergi (1)

Akrab dengan Antihistamin dan Steroid Sejak Remaja Kalau diingat-ingat kembali, perjalanan panjang saya berteman dengan alergi sebenarnya sudah dimulai sejak masa sekolah dasar (SD). Setidaknya dalam waktu enam bulan sekali, tubuh saya punya "jadwal rutin" yang menyiksa: muncul bentol-bentol merah yang gatal luar biasa di sekujur tubuh, bahkan sampai ke wajah. Orang-orang di sekitar saya menyebutnya biduran. Setiap kali gejala ini kambuh, obat andalan yang selalu diberikan adalah CTM (antihistamin) dan Calc (kalsium). Lucunya, karena saat itu saya masih anak-anak dan belum paham apa-apa, kombinasi obat itu sempat membuat saya mengambil kesimpulan sendiri. Saya sempat berpikir, "Oh, mungkin alergi saya ini timbul karena tubuh saya kurang kalsium?" Sebuah kesalahpahaman polos yang baru saya sadari keliru bertahun-tahun setelahnya. Memasuki usia remaja, ternyata ceritanya tidak menjadi lebih mudah. Alergi ini tidak hilang, melainkan mulai bertransformasi dan memaksa s...