Langsung ke konten utama

Tentang Saya

Halo! Selamat datang di Catatan Alergi Nia

Saya Nia, seorang pejuang alergi dan eksim sejak kecil. Setelah bertahun-tahun ketergantungan pada salep steroid, saya akhirnya belajar bahwa kunci memulihkan kulit sensitif adalah konsistensi merawat skin barrier dan memperbaiki gaya hidup.

Blog ini adalah ruang berbagi tentang:

  • Perjalanan Eksim: Cerita pasang-surut berdamai dengan kulit sensitif.
  • Tips & Rutinitas: Cara sederhana menjaga kelembapan kulit dan pola makan harian.
  • Ulasan Produk: Rekomendasi beberapa produk yang aman dan cocok di saya.

Semoga cerita di blog ini bisa membantu dan menguatkan sesama pejuang eksim. Mari saling berbagi di kolom komentar!


Disclaimer Medis: Pengalaman yang ditulis dalam artikel ini bersifat personal dan bertujuan untuk berbagi informasi gaya hidup sehat. Reaksi dan pemicu alergi setiap orang dapat berbeda-beda. Jika Anda mengalami reaksi alergi parah atau eksim yang memburuk, selalu konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Postingan populer dari blog ini

Probiotik dan Menjaga Kesehatan Pencernaan Demi Kulit Bebas Eksim

Saya pernah menyimak konten dari salah seorang dokter kulit di Instagram. Beliau menjelaskan bahwa kesehatan pencernaan sangat berhubungan erat dengan tingkat sensitivitas tubuh terhadap alergi . Masalah atau ketidakseimbangan pada mikrobioma usus ternyata menjadi salah satu pemicu utama munculnya reaksi alergi dan eksim di kulit. Saat itu, beliau menyarankan penderita alergi untuk rutin mengonsumsi suplemen probiotik setiap hari. Sebagai penderita eksim yang ingin sembuh, tentu saja saya langsung mencobanya Produk pertama yang saya beli sesuai rekomendasi dokter tersebut adalah Interlac (mengandung Lactobacillus reuteri). Saya mengonsumsinya secara rutin setiap hari. Memang hasilnya tidak serta-merta terlihat dalam semalam, tetapi perlahan tapi pasti, saya menyadari satu hal: eksim dan gatal-gatal saya jadi semakin jarang timbul! Melihat perubahan positif ini, saya mantap meneruskan kebiasaan mengonsumsi probiotik. Saat ada sumber lain yang merekomendasikan jenis probiotik lain (...

Kisah Panjang Bersama Alergi (1)

Akrab dengan Antihistamin dan Steroid Sejak Remaja Kalau diingat-ingat kembali, perjalanan panjang saya berteman dengan alergi sebenarnya sudah dimulai sejak masa sekolah dasar (SD). Setidaknya dalam waktu enam bulan sekali, tubuh saya punya "jadwal rutin" yang menyiksa: muncul bentol-bentol merah yang gatal luar biasa di sekujur tubuh, bahkan sampai ke wajah. Orang-orang di sekitar saya menyebutnya biduran. Setiap kali gejala ini kambuh, obat andalan yang selalu diberikan adalah CTM (antihistamin) dan Calc (kalsium). Lucunya, karena saat itu saya masih anak-anak dan belum paham apa-apa, kombinasi obat itu sempat membuat saya mengambil kesimpulan sendiri. Saya sempat berpikir, "Oh, mungkin alergi saya ini timbul karena tubuh saya kurang kalsium?" Sebuah kesalahpahaman polos yang baru saya sadari keliru bertahun-tahun setelahnya. Memasuki usia remaja, ternyata ceritanya tidak menjadi lebih mudah. Alergi ini tidak hilang, melainkan mulai bertransformasi dan memaksa s...

Petroleum Jelly, membantu menjaga kelembapan, dan efek sampingnya

Saat anak pertama saya masih bayi dulu, muncul ruam merah yang cukup besar di pipinya. Orang-orang tua zaman dulu biasa menyebutnya sebagai "kurap susu" . Keluarga di rumah waktu itu menyarankan saya untuk mengolesinya dengan 'pale bibir' . Jujur, saat itu saya hanya tahu namanya ya 'pale bibir', yang biasa dibeli secara eceran di lapak penjual sirih di pasar tradisional. Tanpa diduga, ternyata sangat manjur, setelah rutin dioleskan sekitar seminggu, ruam di pipi anak saya perlahan membaik dan akhirnya sembuh total. Anak kedua sampai anak keempat saya tidak pernah mengalami ruam serupa. Karenanya, baru belakangan ini—setelah saya bertahun-tahun bergulat dengan masalah kulit sensitif dan eksim—saya tergerak untuk mencari tahu: sebenarnya apa sih 'pale bibir' yang dijual di penjual sirih itu? Setelah saya telusuri, ternyata 'pale bibir' tidak lain adalah petroleum jelly curah! Penjual sirih menyediakannya karena pelanggan mereka yang mengunyah ...