Semakin bertambahnya usia, saya merasa semakin berdamai dan paham apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh ini. Setelah bertahun-tahun bergulat dengan bentol biduran dan eksim yang hilang-timbul, saya menyadari bahwa obat terbaik sering kali bukan hanya dari salep, melainkan dari pola hidup dan kebiasaan kecil yang konsisten . Belakangan ini, reaksi alergi saya jauh lebih jarang kumat. Saya yakin kebiasaan-kebiasaan sederhana berikut saling melengkapi dalam menjaga kestabilan kulit dan imun tubuh saya: 1. Rutin Memakai Pelembap Setelah Mandi Sore Kulit yang kering adalah pintu masuk paling mudah untuk rasa gatal dan reaksi alergi. Di kasus saya, kalau kulit mulai kering, bagian yang tertekan sedikit saja bisa langsung bereaksi. Misalnya, bagian pinggang akibat karet celana, area betis akibat pinggiran kaus kaki, atau bahkan saat siku/lengan bertumpu di meja kerja. Gesekan dengan meja saja bisa memicu bentol merah memanjang! Untungnya kalau di kantor saya biasa memakai baju lengan panj...
Saat anak pertama saya masih bayi dulu, muncul ruam merah yang cukup besar di pipinya. Orang-orang tua zaman dulu biasa menyebutnya sebagai "kurap susu" . Keluarga di rumah waktu itu menyarankan saya untuk mengolesinya dengan 'pale bibir' . Jujur, saat itu saya hanya tahu namanya ya 'pale bibir', yang biasa dibeli secara eceran di lapak penjual sirih di pasar tradisional. Tanpa diduga, ternyata sangat manjur! Setelah rutin dioleskan sekitar seminggu, ruam di pipi anak saya perlahan membaik dan akhirnya sembuh total. Anak kedua sampai anak keempat saya tidak pernah mengalami ruam serupa. Karenanya, baru belakangan ini—setelah saya bertahun-tahun bergulat dengan masalah kulit sensitif dan eksim—saya tergerak untuk mencari tahu: sebenarnya apa sih 'pale bibir' yang dijual di penjual sirih itu? Setelah saya telusuri, ternyata 'pale bibir' tidak lain adalah petroleum jelly curah! Penjual sirih menyediakannya karena pelanggan mereka yang mengunyah ...