Sebagai pemilik kulit sensitif, memilih produk perawatan tubuh sering kali jadi drama tersendiri. Salah satu produk yang sangat saya butuhkan—tapi paling sulit menemukan yang cocok—adalah deodoran . Dulu, saya sempat mencoba berbagai merek deodoran pasaran. Sayangnya, mayoritas justru menimbulkan rasa gatal sampai membuat kulit ketiak meradang. Sempat pasrah dan memilih tidak memakai deodoran sama sekali, tapi begitu banyak aktivitas fisik di luar, aroma badan tentu membuat rasa percaya diri merosot saat dekat orang lain. Sampai suatu hari, saya membaca sebuah utas jawaban di Quora yang merekomendasikan tawas atau air tawas sebagai alternatif alami. Karena penasaran, saya mencoba membeli dua-duanya. Untuk tawas padat, rasanya lebih enak dan nyaman saat diusapkan karena tidak membuat kulit basah. Sementara air tawas, karena dasarnya air, rasanya agak basah saat disemprotkan. Namun, keduanya sama-sama ampuh mengurangi bau badan meski sedang berkeringat! Keduanya memang tidak mengurangi...
Semakin bertambahnya usia, saya merasa semakin berdamai dan paham apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh ini. Setelah bertahun-tahun bergulat dengan bentol biduran dan eksim yang hilang-timbul, saya menyadari bahwa obat terbaik sering kali bukan hanya dari salep, melainkan dari pola hidup dan kebiasaan kecil yang konsisten . Belakangan ini, reaksi alergi saya jauh lebih jarang kumat. Saya yakin kebiasaan-kebiasaan sederhana berikut saling melengkapi dalam menjaga kestabilan kulit dan imun tubuh saya: 1. Rutin Memakai Pelembap Setelah Mandi Sore Kulit yang kering adalah pintu masuk paling mudah untuk rasa gatal dan reaksi alergi. Di kasus saya, kalau kulit mulai kering, bagian yang tertekan sedikit saja bisa langsung bereaksi. Misalnya, bagian pinggang akibat karet celana, area betis akibat pinggiran kaus kaki, atau bahkan saat siku/lengan bertumpu di meja kerja. Gesekan dengan meja saja bisa memicu bentol merah memanjang! Untungnya kalau di kantor saya biasa memakai baju lengan panj...