Sebagai pemilik kulit sensitif, memilih produk perawatan tubuh sering kali jadi drama tersendiri. Salah satu produk yang sangat saya butuhkan—tapi paling sulit menemukan yang cocok—adalah deodoran.
Dulu, saya sempat mencoba berbagai merek deodoran pasaran. Sayangnya, mayoritas justru menimbulkan rasa gatal sampai membuat kulit ketiak meradang. Sempat pasrah dan memilih tidak memakai deodoran sama sekali, tapi begitu banyak aktivitas fisik di luar, aroma badan tentu membuat rasa percaya diri merosot saat dekat orang lain.
Sampai suatu hari, saya membaca sebuah utas jawaban di Quora yang merekomendasikan tawas atau air tawas sebagai alternatif alami. Karena penasaran, saya mencoba membeli dua-duanya.
Untuk tawas padat, rasanya lebih enak dan nyaman saat diusapkan karena tidak membuat kulit basah. Sementara air tawas, karena dasarnya air, rasanya agak basah saat disemprotkan. Namun, keduanya sama-sama ampuh mengurangi bau badan meski sedang berkeringat! Keduanya memang tidak mengurangi jumlah keringat yang keluar, karena tawas bukan antiperspirant.
Memahami Cara Kerjanya: Tawas vs Antiperspirant vs Deodoran Biasa
Banyak orang salah paham dan mengira tawas bisa menahan keringat. Agar tidak salah pilih, berikut perbedaan cara kerjanya:
Deodoran dengan Antiperspirant: Bekerja dengan cara menyumbat saluran keringat agar area ketiak tetap kering.
Tawas (Deodoran Alami): Bekerja murni dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau badan, tanpa menyumbat keluarnya keringat alami tubuh dan tanpa parfum sintetis.
Deodoran Biasa (Tanpa Antiperspirant): Cara kerjanya mirip tawas, yaitu menghambat pertumbuhan bakteri pemicu bau, ditambah kandungan parfum. Nah, kandungan wewangian/parfum inilah yang biasanya sering tidak cocok dan memicu gatal di kulit sensitif saya.
⚠️ Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mencoba Tawas
Meskipun tawas terkenal jauh lebih ramah untuk kulit sensitif, bukan berarti 100% semua orang pasti cocok.
Ada beberapa catatan penting dari pengalaman saya yang perlu Anda perhatikan:
Tetap Ada Risiko Sensitivitas: Tidak menutup kemungkinan ada sebagian orang yang tetap sensitif atau alergi terhadap tawas. Sebaiknya lakukan tes tipis (patch test) terlebih dahulu, dan segera hentikan pemakaian jika timbul reaksi gatal atau kemerahan.
Jangan Dipakai Saat Kulit Ada Luka: Tawas sangat tidak boleh dipakai jika kulit ketiak sedang ada luka terbuka, karena akan menimbulkan rasa perih dan memicu iritasi susulan.
Tawas Padat vs Spray Air Tawas: Pilihan Saya Saat Ini
Sekarang saya lebih sering menggunakan spray air tawas karena pertimbangan praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kalau tawas padat, jujur agak rawan jatuh hingga pecah, atau permukaannya jadi kotor seiring waktu.
![]() |
| Tawas, deodoran alami |
Spray air tawas saat ini sangat mudah dibeli di berbagai marketplace.
Tips Terakhir: Saat memilih produk spray air tawas di toko online, pastikan Anda memilih merek yang sudah terdaftar resmi di BPOM ya, agar kualitas kebersihan dan keamanannya untuk kulit lebih terjamin.
Bagaimana dengan Anda yang punya kulit sensitif? Apakah pernah mengalami masalah gatal akibat deodoran biasa, atau sudah beralih menggunakan tawas juga? Bagikan cerita Anda di kolom komentar ya!
Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi penggunaan produk perawatan tubuh harian. Efektivitas dan tingkat sensitivitas kulit setiap orang berbeda-beda. Jika kulit ketiak Anda meradang atau mengalami infeksi, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Komentar
Posting Komentar